Napas Pendingin
Udara yang ditarik lewat sela-sela gigi meninggalkan rasa sejuk di mulut. Tradisi menyebutnya "mendinginkan", tapi pengukuran tidak membuktikannya — kami menuliskan keduanya.
5 menit membaca
Lihat ritmenya 4 · 6
Bilah ini satu siklus utuh; penandanya menunjukkan posisimu. Tanpa suara.
Katupkan gigimu pelan-pelan, renggangkan bibir. Tarik udara perlahan lewat celah sempit itu selama empat detik. Lalu tutup mulutmu dan embuskan lewat hidung selama enam detik.
Suara hanya muncul saat tarikan napas: desis yang halus. Embusannya hening.
Apa yang terjadi
Saat udara melewati celah sempit, tarikan napas melambat dengan sendirinya — kamu mendapat tarikan yang panjang tanpa perlu memaksa.
Kedua, saat udara melewati bagian dalam mulutmu yang basah, terjadi penguapan, dan itu meninggalkan rasa sejuk yang jelas. Rasanya muncul di atas gigi dan lidahmu.
Soal "mendinginkan"
Dalam teks klasik, teknik ini digambarkan sebagai teknik yang mendinginkan. Dalam sebuah penelitian dengan tujuh belas orang, suhu tubuh diukur dan ternyata tidak turun, malah sedikit naik.
Jadi rasa sejuk di mulutmu memang rasa yang nyata, tapi tidak mendinginkan tubuhmu.
Kalau teknik ini terasa enak di hari yang panas atau saat sedang marah, mungkin itu berasal dari rasa sejuk tadi dan dari napas yang melambat. Yang kami punya tidak lebih dari satu penelitian dengan sedikit peserta.
Cara melakukan Napas Pendingin
Katupkan gigimu pelan-pelan — jangan digigit kuat, cukup bersentuhan. Renggangkan bibir seperti sedang tersenyum, sehingga ada celah tipis di antara gigimu.
Tarik udara perlahan lewat celah itu selama empat detik. Akan terdengar suara seperti desis.
Tutup mulutmu dan embuskan lewat hidung selama enam detik.
Versi dengan lidah
Kalau kamu bisa menggulung lidah seperti pipa dan menjulurkan ujungnya di antara bibir, kamu bisa melakukan hal yang sama lewat lidah. Karena celahnya lebih sempit, rasa sejuknya sedikit lebih terasa — nama klasiknya Sitali.
Tidak semua orang bisa menggulung lidah, itu soal keturunan. Kalau lidahmu tidak bisa digulung, tidak apa-apa: versi dengan gigi adalah teknik yang sama, dan versi itulah yang dipakai di aplikasi.
Kesalahan umum dalam Napas Pendingin
Menarik udara terlalu cepat. Kalau ditarik cepat, tenggorokan jadi kering dan kamu terbatuk. Tarik perlahan.
Menggigit gigi kuat-kuat. Cukup dikatupkan, biarkan rahangmu tetap kendur.
Mengembuskan lewat mulut. Embusan selalu lewat hidung, dengan mulut tertutup.
Melakukannya di udara yang sangat dingin. Jangan lakukan di luar ruangan saat musim dingin atau di depan AC.
Cara aplikasi mengukur Napas Pendingin
Teknik ini kebalikan dari pola yang biasa di aplikasi: suara ada di tarikan napas, embusannya hening.
Di teknik lain, embusan terdengar kuat dan tarikan napas pelan. Di sini justru sebaliknya: aplikasi memakai ambang yang lebih rendah agar embusan yang hening pun tetap terdengar, dan pengukuran utamanya diambil dari desis saat tarikan napas.
Di laporan ada komponen tersendiri bernama Desis: seberapa jelas desis terdengar di setiap tarikan napas dan berapa lama desis itu bertahan sepanjang tarikan. Sebagian besar skor berasal dari komponen ini. Meski desisnya kurang terdengar, ritme dan embusan tetap mendapat bagiannya sendiri.
Siapa yang perlu berhati-hati dengan Napas Pendingin
Kalau kamu punya asma atau peka terhadap udara dingin, berhati-hatilah: udara yang dingin dan kering bisa mengiritasi saluran napas. Aplikasi menampilkan peringatan ini sebelum sesi.
Kalau tenggorokanmu terasa kering, berhenti sejenak dan minum air.
Sumber
- Hatha Yoga Pradipika (abad ke-15, bab 2) — bait 54 menjelaskan versi dengan gigi, bait 57–58 menjelaskan versi dengan lidah.
- Telles dkk. (2020), Medical Science Monitor Basic Research — suhu tubuh, konsumsi oksigen, dan pengeluaran karbon dioksida diukur pada tujuh belas orang, dan suhunya tidak turun. PubMed
Cara kami menimbang sumber-sumber ini dan apa yang sengaja tidak kami klaim: Cara kami membaca bukti.